Rabu, 28 April 2010

Tausyiah Cinta

Semua orang pernah berbicara mengenai cinta, tetapi bagaimanakah memperolehi cinta yang terunggul? Untuk mendapat cinta manusia yang tulus lagi sejati, carilah dan nikahilah manusia yang mencintai Allah dan Allah jua menyintainya supaya terisi makna cinta yang sebenar.
Sabda Nabi Muhammad SAW:
“Amalan yang paling disukai Allah ialah mencintai kerana Allah dan membenci kerana Allah” (HR. Ahmad)
Berpasangan dan cinta adalah naluri dan nafsu, otak mengawalnya. Jika biarkan cinta kuasai diri hingga merusakkan hidup, niscaya diburu penyesalan sepanjang hayatnya. Setiap pasangan perlu belajar menggemari kegemaran pasangannya
dan mencari ciri-ciri persamaan antara keduanya agar harmonisnya hubungan dan komunikasi diantara mereka.
Untuk saling memahami, seseorang perlu menumpahkan rasa hatinya. Kesalahannya kita sering menganggap bahwa yang mencurahkan rasa isi hati itu sebagai pendendam.
Keintiman pasangan dilihat sejauh mana penggabungan citarasa, fikiran, perasaan, tingkah laku, hasrat dan keputusan antara mereka.

Keputusan hasil sebuah musyawarah antar pasangan akan membawa berkah dan rahmat. Pasangan yang tidak ada musyawarah dalam mengambil keputusan, tiada saling menggantungkan harapan dan tiada rasa tanggungjawab adalah diantara pertanda bahwa keintiman antara mereka semakin kurang.
Kualitas hubungan antara pasangan dapat dilihat dari kualitas komunikasi mereka. Kuasai teknik berkomunikasi terutama komunikasi interpersonal supaya maksud anda difahami pasangan anda.
Bersikap terlalu kritis terhadap pasangan menyebabkan hilang keharmonisan dalam hubungan anda dan pada akhirnya akan timbul kebosanan. Kritikan yang terbaik adalah hikmah agar pasangan anda tidak tersinggung.
ingatlah bahwa hati wanita terletak di mulut, kerana mereka gemar mencurahkan segala perasaan dengan kata-kata sedangkan mulut pria pula berada di hati, karena mereka lebih suka memendam rasa.
Sikap cemburu itu pula tandanya sayang, akan tetapi cemburu yang berlebihan adalah antara pertanda curiga serta ingin menguasai pasangannya. Cemburu harus di termpatkan pada tempatnya, jangan cemburu buta. Pasangan yang berbahagia menggunakan alasan untuk membela antara satu sama lain. Manakala pasangan yang tidak berbahagia berusaha mencari alasan untuk saling tuduh-menuduh. Pasangan yang selalu hendak menang sendiri, mementingkan emosi serta egois akan merusak hubungan.
Jangan sekali-kali mementingkan diri sendiri tetapi berusahalah untuk berbagi.
Jika setiap pasangan mengharapkan cinta mereka saling berbalas, berlomba-lombalah mencari kasih sayang dan carilah keridhaan Allah, itu adalah sebaik-baik harapan.
Cintailah siapa yang kamu cintai, tapi suatu hari nanti kamu akan berpisah dengannya, tetapi mencintai Tuhan, karena Tuhan kekal buat selamanya.
Selamilah laut keikhlasan pasangan anda apa adanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Mukhsin ppi 68 © 2008 Template by:
SkinCorner